Selasa, 06 Maret 2012
Tentang Ridwan First
Nama aku menurut ibu aku adalah Wawan Ahmad Ridwan, sedangkan dalam Akte Kelahiran tertera nama Muhammad Wawan Ridwan.
Ibuku bilang juga kalau aku di lahirkan pada hari Rabu sekitar jam 04:00 pagi pada tanggal 10 Jumadi Tsani 1401 Hijriyah itulah yang ibu aku ingat, sedangkan tahun masehinya dia tidak tahu, tapi berdasarkan Akte Kelahiran tertera jelas kalau aku di lahirkan pada tanggal 12 Agustus 1982.
Berdasarkan dua pendapat itu maka aku lebih memilih kaul yang lebih kuat bahkan sudah terdaftar di pemerintahan Republik Indonesia, apalagi Akte Kelahiran merupakan evidence yang bisa di pertanggung jawabkan....ia kan, apa kalian belum percaya juga, masa aku harus mengeluarkan qaidah ushul fiqh segala sih...
Maka sejak itulah namaku Muhammad Wawan Ridwan lahir pada tanggal 12 Agustus 1982, aku di lahirkan di kampung kecil dengan penduduk hanya sekitar 40 rumah pada saat itu yaitu di kampung Balandongan, sebuah kampung yang belum ada listrik, belum ada jalan buat kendaraan, bahkan jalan kebo aja belum ada. walaupun begitu tapi alhamdulillah aku terlahir dengan normal.
Sebelum kita melanjutkan tentang aku, aku akan bercerita sedikit tentang kampung kelahiran aku, dimana kampung Balandongan itu terletak di sebuah tebing kaki gunung ciremai, dikarenakan tebing jadinya susah buat jalan kendaraan, sampe-sampe buat tiang listrik aja PLN kesusahan, untuk menuju ke jalan raya saja harus berjalan kaki sekitar 1 jam perjalanan normal dengan mengelilingi tebing-tebing dan sungai-sungai yang semuanya masih alami.
Rumah orangtua aku terletak tepat di pinggir tebing, jadinya kalau melihat ke bawah pada saat musim cerah hamparan kota Majalengka semuanya terlihat jelas, bahkan bisa melihat sebagian kabupaten Sumedang, bukan hanya itu, kita juga bisa melihat keberadaan kampung aku dari bawah karena di pasang lampu di belakang rumah tapi sayangnya hanya malam hari aja terlihatnya karena lampunya cuma nyala pada malam hari saja dan itupun bukan PLN tapi PLTA pribadi.
Aku teringat semasa kecil aku, jikalau datang bulan suci Ramadhan, aku selalu merengek-rengek ke kakek atau ke nenek aku untuk di buatkan bebeledugan (ini sebuah mainan yang terbuat dari bambu, yang di potong-potong sepanjang 1 Mtr atau 3 ruas babu dengan diameter seukuran pipa 6-10 inci, kemudian bambu tersebut di lubangi dari ujung depan dan di sisakan bagian belakang, kemudian memasukan karbit ke dalamnya dari lubang kecil dan di tutup beberapa saat, kemudian di sulut dengan api dan menghasilkan suara seperti tembakan meriam dalam perang). biasanya aku di buatkan oleh kakek aku bebeledugan sekitar 100 buah yang semuanya sudah tertata rapih di belakang rumah aku di arahkan ke kota majalengka dan sepanjang bulan Ramadhan 1 jam sebelum berbuka puasa aku nyalakan untuk memeriahkan bulan suci Ramadhan. Karena posisi rumah aku di tebing kaki gunung ciremai jadi suara bebeledugan itu sampe menembus semua wilayah majalengka, terkadang aku di marahin karena aku menyalakan bebeledugan ketika orang istirahat seperti waktu sahur. Itulah sekilas tentang kampung kelahiranku, kita lanjutkan ke pembahasan tentang aku.
Aku dilahirkan sebagai anak ke dua dari pasangan suami istri ayahanda KH. Ahidin Mujtahidin & Ibunda Hj. Ipak Kholifah, dan aku memiliki kakak perempuan Imas Mas'udah, dan memiliki dua adik perempuan dan laki-laki, yang perempuan namanya Eno Nurul Milah dan yang laki-laki namanya Iyan Sufyan Haris.
Kakak perempuan aku Imas Mas'udah dia sudah menikah dengan Ustd. Saeful Bahri. S.Ag dan sudah memiliki dua anak yaitu anak pertama perempuan Nida Nahdiyah (12th) dan anak ke dua laki-laki Muhammad Abdul Zidan (6th) dan mereka tinggal di daerah kabupaten Subang. sedangkan adik perempuanku Eno Nurul Milah dia juga sudah menikah dengan Ustd. Asep Harmaen dan sudah memiliki dua anak, anak pertama perempuan Nazwa Ajlina Nurazizah (7th) dan anak ke dua Muhammad Rummy 3(th), kemudian adik terakhir aku Iyan Sufyan Haris dia masih melanjutkan pendidikanya di UIN Malang tingkat 2. itulah sekilas tentang keluarga besar aku.
Karena keluarga aku adalah keluarga priyai, maka doktrin dan cara pengarahan kelimuanpun hanyalah sebatas doktrin-doktrin kepesantrenan, apalagi orang tua tidak memiliki latar belakang di pendidikan formal, secara otomatis dalam memberikan pengerahan keilmuan kepada anak-anaknyapun sesuai kapasitas pengetahuan mereka. begitupun dengan aku, aku hanya di didik tentang kepesantrenan sejak kecil aku sudah kenalkan dengan kelimuan-kelimuan pesantren salafy yang hanya mengkaji tentang kitab-kitab kuning.
Ada pengalam menarik ketika aku masih kecil, karena bapak aku adalah seorang yang pandai dalam memahami al-Fiyah Ibnu Malik sampai-sampai akupun di suruh untuk menghapalkan nadzom al-Fiyah, dan jika aku hapal satu nadzom maka ibu aku mengasih aku uang 1000 rupiah, kenapa aku ga minta 100.000 rupiah ya...
Pada tahun 1989 aku mulai masuk SD (Sekolah Dasar), waktu itu belum begitu memasyarakat pendidikan TK (Taman Kanak-Kanak), apalagi aku bertempat tinggal di sebuah dusun, walaupun sekarang ada tapi tetap harus menempuh perjalanan yang jauh makanya aku langsung ke SD tanpa TK terlebih dahulu. Aku bersekolah SD di SDN Mukti Saluyu desa Argalingga, sebelah utara kampung aku dengan jarak 3km, padahal desa kamupng aku adalah Sukadana tapi karena perjalanannya lebih aman karena ga terlalu mendaki ke desa Argalingga jadi semua orang dari dusunku bersekolah ke desa Argalingga dan jaraknyapun ampir sama 3km. SDN Mukti Saluyu berada tepat di bawah kaki gunung ciremay bahkan aroma gunung ciremay lebih terasa di sana karena di simpang jalan SDN Mukti Saluyu sudah banyak pohon-pohon cemara, bahkan guru aku sering mengajak murid-muridnya untuk mengadakan olahraga ke gunung ciremay karena jaraknya yang begitu dekat SDN Mukti Saluyu.
Sejak tahun 1989 sampai 1995 selama 6 tahun aku berjalan kali untuk bersekolah sejauh 3km selama 2 jam perjalanan, dengan jalan seadanya. masuk sekolah jam 08:00 aku berangkat dari rumah jam 06:00., pulang sekolah jam 11:00 sampe rumah jam 13:00 itulah aktifitas sekolah aku setiap hari kecuali hari libur. Di kala musim penghujan aku ganti sepatu aku dengan sandal jepit karena jika memakai sepatu tidak mungkin sepatu aku kering karena jalan yang berlumpur seperti berjalan di sungai lumpur, dan di kala musim kemarau juga aku harus jalan hati-hati karena jalanan berdebu, kalau tidak hati-hati semua pakaian aku pastilah kaya terkena sunstorm. tapi walaupun demikian, aku tetap semangat sekolah dan ga pernah sekalipun aku bolos sekolah dan itu semua juga atas dorongan orang tua yang keras dalam pendidikan.
Aku punya cerita menarik sewaktu di SD, di samping aku alhamdulillah selalu mendapatkan juara prestasi sama juara tabungan aku juga selalu mendapatkan juara kesehatan, aku merasa aneh aja karena aku mandi pagi paling pantangan, aku hanya mengoleskan Citra pada kaki dan tangan aku biar terlihat sudah mandi tapi ternyata guru-guru nya bisa di boongin makanya selalu juara kerapihan juga, lumayan kan dapet gratisan 20 buku sama 4 pulpen dari sekolah setiap smester.
Selain itu bapak aku terlalu kejam, dalam masalah pendidikan, dia ga mau menandatangani rapot jiga aku tidak pringkat 1, suatu hari aku mendapatkan peringkat 3 dan dia sama sekali tidak mau menandatangani rapot aku sampe akhirnya aku menyuruh ibu untuk menduplikat tanda tangan bapak yang super cool itu.
Pada tahun 2005 di penghujung sekolah SD ku, dalam masa liburan panjang 2 bulan menunggu kelulusan sekolah SD, aku di pesantrekan ke Pondok Pesantren al-Hikmah Cijiking kabupaten Majalenga. aku begitu dekat dengan keluarga pesantren al-Hikmah di karenakan bapak aku adalah alumni pondok pesantren ini, bahkan mereka meminta aku setelah lulus SD untuk mesantren di pesantren ini, dan akupun semangat untuk mesantren di pondok ini.
Ada kisah menarik selama aku mesantren di pesantren al-Hikmah ini yang membuat semangatku membara untuk memilih pesantren ini setelah kelulusan SD aku yaitu aku budukan (penyakit kulit semacam koreng, biasanya bernanah dan itu sangat gatal), alasanya adalah kata orang-orang kalau seorang santri terkena penyakit buduk berarti ilmunya sudah terserap, begitupun aku memikir karena baru saja beberapa minggu aku mesantren sudah terkena buduk. tapi setelah aku beranjak dewasa aku mulai sadar kenapa aku budukan padahal di rumah tidak pernah terjangkit budukan dan itu di sebabkan oleh air buat mandi sehari-hari yang aku pergunakan pada saat mesantren di pesantren itu yaitu berupa air sawah yang terkadang jika para petani menanam padi maka airnya tidak bisa di pakai karena bercampur lumpur sawah, bahkan terkadang aku liat bebek berkeliaran di sawah yang airnya aku pergunakan untuk mandi, makanya aku budukan...hehe
Akhirnya surat tanda belajar SD pun aku terima, dan aku sudah menantikan untuk mesantren lagi di pesantren al-Hikmah Cikijing tapi alhamudlillah bapak aku sudah mulai gahol dengan dunia luar, dia memiliki teman yang anaknya mau di pesantrenkan tapi ga mau sekolahnya putus dan bapak akupun bertanya kepadaku "mampu tidak jika mesantren sambil sekolah?" aku jawab dengan dengan polosnya "ah kecil". dan tanpa basa basi lagi bapak aku mengajak aku ke pesantren yang ada pesantren dan ada sekolahnya. Sepanjang perjalanan aku terlelap tidur karena aku pikir pesantren itu dimana-mana sama kaya pesantren al-Hikmah, tapi setelah sampe pesantren yang di maksud aku tercengang kaget melihat pesantren yang begitu megah dan ribuan santrinya yaitu Pondok-Pesantren Cipasung Singaparna kabupaten Tasikmalaya, apalagi di pimpin seorang Ulama besar KH. Ilyas Ruhiyat sebagai Ro'is Amm Nahdotul Ulama Indonesi, aku terasa seakan mimpi karena aku pernah lihat beliau di dalam TV.
Pada tahun 2005 sampai 2008 aku resmi sebagai santri Pondok Pesantren Cipasung dan bersekolah di SLTP Islam Cipasung. sebelum meninggalkan pesantren bapak aku mengunjungi pimpinan pesantren dan dia menitipka aku, karena aku merasa di titipkan oleh bapak kepada beliau akupun tiap minggu menyempatkan diri bertemu dengan beliau di kala beliau memiliki waktu senggang, selain itu akupun selalu mendekatkan diri dengan pimpinan-pimpinan pesantren lainya seperti KH. Abun Bunyamin Ruhiyat, KH. Dudung Abdul Halim Ruhiyat, KH. Ubaidilah Ruhicat, KH. Acep Adang dan para kiyai-kiyai pengajar lainya.
Walaupun hanya 3 tahun aku di pesantren Cipasung tapi sampe sekarang kelimuan di sana lebih terasa dalam diri aku, dan begitu banyak kitab yang aku hapalkan di sana, dan begitu banyak kitab yang aku kaji di pesantren sana. Benar ibnu Hajar bilang "belajar di waktu kecil bagai mengukir di atas batu dan belajar di waktu dewasa bagaikan mengukir di atas air" alhamdulillah aku rasakan semua itu sekarang, dan kelulusan SLTP pun aku dapatkan sampai aku putuskan untuk keluar dari pondok pesantre Cipasung pada tahun 2008 bersamaan setelah kelengserannya Presiden Republik Indonesia Bapak H. Suharto
Pada tahun 2008 aku putuskan untuk melanjutkan di pondok pesantren Tebuireng Jombang Jawa Timur dengan mengambil sekolah di SMU Abdul Wahid Hasyim. Aku merasa hampa mesantren di sana, karena sistem pengajian yang berbeda dengan pesantren sebelumnya membuat semangat aku berkurang, sampe aku memutuskan untuk mengaji di luar pesantren lain tapi aku terpikir akan sekolah aku akan terbengkalai, dan akupun mulai survey pesantren seperti Pesantren Lirboyo Kediri Jawa Timur dan Pesantren lainya di daerah kabupaten Kediri dan kabupaten Jombang, dan sampailah keluhan itu ke telinga bapak aku sampai akhirnya bapak aku putuskan untuk pindah pesantren dan sekolah pada tahun 2009.
Pada tahun 2009 aku di pindahkan mesantren di pesantren kakak aku di Bandung Jawa Barat pesantren al-Muhajirin dan bersekolah di SMU Karya Budi kabupaten Bandung Timur. dan akupun merasa asing di sana dengan semua santrinya hanya Mahasiswa dan di sekolah aku cewek-cewek pada keliaran tanpa memakai kerudung bahkan paha-paha bergentayangan jauh beda ketika aku mesantren di pesantren-pesantren sebelumnya, jangankan liat paha liat cewe santriawati aja aku ga pernah merhatiin. tapi aku mulai merasa asyik dengan lingkungannya, dan akupun mulai memperbaiki sekolah aku karena hanya itu satu-satunya cara biar membuat semangat. dan akupun dengan percaya diri yang kuat walau baru seminggu sekolah di sana, aku mencalonkan diri sebagai Ketua OSIS dan alhamdulillah jadilah ketua OSIS.
to be continue
7 Jenis Nafsu Dalam Islam
Nafsu adalah kecondongan jiwa kepada perkara-perkara yang selaras dengan kehendaknya. Kecondongan ini secara fitrah telah diciptakan pada diri manusia demi kelangsungan hidup mereka. Sebab bila tak ada selera terhadap makanan, minuman dan kebutuhan biologis lainnya niscaya tidak akan tergerak untuk makan, minum dan memenuhi kebutuhan biologis tersebut.Nafsu mendorongnya kepada hal-hal yang dikehendakinya tersebut. Sebagaimana rasa emosional mencegahnya dari hal-hal yang menyakitinya. Maka dari itu tidak boleh mencela nafsu secara mutlak dan tidak boleh pula memujinya secara mutlak. Namun karena kebiasaan orang yang mengikuti hawa nafsu, syahwat dan emosinya tidak dapat berhenti sampai pada batas yang bermanfaat saja maka dari itulah hawa nafsu, syahwat dan emosi dicela, karena besarnya mudharat yang ditimbulkannya.
Sehubungan manusia selalu diuji dengan hawa nafsu, tidak seperti hewan dan setiap saat ia mengalami berbagai macam gejolak, maka ia harus memiliki dua peredam, yaitu akal sehat dan agama. Maka diperintahkan untuk mengangkat seluruh hawa nafsu kepada agama dan akal sehat. Dan hendaknya ia selalu mematuhi keputusan kedua peredam tersebut.
Ada 7 jenis nafsu dalam islam dan berikut kilasannya :
- Nasfu Amarah
- adalah nafsu yang berbangga apabila membuat sesuatu kemungkaran.
- mereka adalah dari golongan yang bermaksiat di mata dan di hatinya.
- Nafsu Lawamah
- adalah nafsu yang menyadari apabila melakukan suatu kemungkaran.
- golongan ini beramal tetapi masih ada riya, hasut, dengki dan sebagainya.
- nafsu mereka tetap dilakukan walau mereka tahu itu salah.
- Nafsu Marhamah
- adalah nafsu yang telah dapat membuang sifat tercela.
- walaupun begitu, mereka masih mengkritik diri sendiri.
- Nafsu Mutmainah
- adalah nafsu yang lemah lembut.
- mereka mendapat ketenangan dan menghilangkan gelisah di jiwa.
- mereka adalah orang yang sholeh.
- Nafsu Raudiah
- adalah nafsu yang berusaha untuk melatih diri untuk mencintai Allah sepenuhnya..
- mereka bergaul dengan orang banyak tetapi hatinya semata-mata hanya kepada Allah.
- Nafsu Kamaliah
- adalah nafsu yang sempurna, nafsu yang hanya dimiliki oleh para Nabi dan Rasul.
- Nafsu Mardiah
- adalah nafsu yang terbaik dan yang paling dicintai dan nafsu yang paling di ridhai Allah. Keridhaan tersebut terlihat pada anugrah yang diberikan-Nya berupa senantiasa berdzikir, ikhlas, mempunyai karomah, dan memperoleh kemuliaan, sementara kemuliaan yang diberikan Allah SWT itu bersifat universal, artinya jika Allah memuliakannya, siapa pun tidak akan bisa menghinakannya, demikian pula sebaliknya orang yang dihinakan oleh Allah SWT, siapa pun tidak bisa memuliakannya.
Tentang PPNA Balandongan
PPNA adalah kepanjangan dari "Pondok Pesantren Nurul Abror", Balandongan adalah sebuan nama dusun yang terletak sekitar 3 km dari desa Sukadana, atau sekitar 6 km dari Kecamatan Argapura, atau sekitar 8km dari Kecamatan Maja yang berjarak 20km dari pusat pemerintahan Kabupaten Majalengka.
Letak geografis kampung/dusun Balandongan yang di dominasi oleh perkebunan ini memiliki kekayaan alam yang melimpah dan keindahan alam yang eksotis, hal ini karena kampung/dusun tersebut persis di bawah kaki gunung ciremai. Suasana alam yang sejuk sangat terasa karena letak dusun yang di kelilingi perbukitan. Potensi alam yang belum di eksplorasi untuk kegiatan komersial menyebabkan daerah tersebut masih sangat alami.
Terlepas dari pada itu semua, di dusun balandongan terdapan Pondok Pesantren Nurul Abror yang didirikan oleh KH. Ahidin Mujtahidin atau lebih di kenal dengan nama "Kiyai Balap Muda" yang berdiri pada 20 November 1978.
Pesantren ini di kenal dengan nama Pesantren Balandongan karena terletak di dusun Balandongan, dan lebih terkenal lagi karena pendiri sekaligus pimpinan pondok pesantren ini adalah seorang penceramah yang hampir setiap malam mengadakan pengajian umum di berbagai daerah.
Pada awal-awal pendirianya pesantren ini di ramaikan oleh para santriawan maupun santriawati dari berbagai daerah khususnya kabupaten Majalengka, Kabupaten Kuningan, Kabupaten Sumedang, Kota Madya Cirebon bakhan dari Kabupaten Bandung, Kabupaten Bogor, Kabupaten Indramayu dan Kabupaten Karawang.
Sistem pengajianya menggunakan sistem pengajian salaf dengan kajian unggulan ilmu Nahwu dan Shorof khususnya "al-Fiyah Ibnu Malik", para santriawan dan santriawati di didik sejak dini di pesantren ini hingga banyak dari alumninya yang menekuni mencari ilmu di pesantren ini hingga dia benar-benar mereka siap terjun ke masyarakat, bahkan tidak sedikit dari alumninya yang sudah memiliki pesantren sendiri.
To be continue
Kemahiran Berfikir
KEMAHIRAN BERFIKIR
Kemahiran berfikir adalah kecekapan menggunakan akal menjalankan proses pemikiran.Seseorang yang memperolehi kemahiran berfikir sanggup dan cekap dalam menyusun maklumat,konsep atau idea secara yang teratur dan membuat kesimpulan atau keputusan yang tepat untuk tindakan yang terarah dan sewajarnya.
KONSEP BERFIKIR
• Edward de Bono
( 1976 )- Kemahiran berfikir ini membolehkan manusia melihat berbagai perspektif untuk menyelesaikan masalah dalam sesuatu situasi tertentu.
• Dewey
( 1910 ) menegaskan :- Pemikiran yang dihasilkan adalah kerana terdapat situasi keraguan atau masalah tertimbul. Pemikiran merupakan aktiviti psikologikal dalam sesuatu proses yang dialami untuk digunakan menyelesaikan masalah dalam situasi yang dihadapi.
• Menurut pandangan Islam, berfikir ialah fungsi akal yang memerhatikan tenaga supaya otak manusia dapat bekerja dan beroperasi. Tenaga ini diperolehi melalui tafakur. Berdasarkan pandangan dan definisi yang dihuraikan Konsep Pemikiran boleh dirumuskan sebagai :“ Pemikiran ialah satu proses yang menggunakan indra untuk mencari makna dan penyelesaian terhadap sesuatu keraguan atau masalah yang timbul dengan menggunakan berbagai cara yaitu membuat pertimbangan dan keputusan serta refleksi yang logikal dan munasabah terhadap proses yang dialami.
PROSES BERFIKIR
· Berfikir melibatkan pengendalian operasi mental tertentu dalam indra seseorang. Operasiterbahagi kepada 2 jenis yaitu:
i. Operasi Kognitif - adalah kemahiran berfikir yang sering kita gunakan setiap hari, seperti membanding, membuat urutan dan lain-lain.
ii. Operasi Meta kognitif - merupakan operasi yang mengarah dan mengawal kemahiran dalam proses kognitif yaitu memandu dan membimbing segala aktiviti pemikiran manusia di antara komponen-komponen berfikir.
PRINSIP KEMAHIRAN BERFIKIR
• Sentiasa bersikap kostektif yaitu mempunyai sikap positif bagi semua jenis kemahiran berfikir dan elakkan dari bersikap negatif.
• Berfikir secara perlahan-lahan dan sentiasa berfikir secara mudah.
• Melupakan rasa ego, kita perlu mengikis perasaan ego kita jika inginkan setiapkemahiran berfikir yang digunakan itu dapat manafaatnya.
• Sentiasa menukar arah otak kita berfikir yaitu, bila kita perlukan berfikir secara logik, kreatif dan lateral. Kita juga perlu menggunakan berbagai kemahiran berfikir untuk menyelesaikan masalah dan membuat keputusan.
• Tentukan tujuan kita berfikir dan sering bertanya kepada diri sendiri tujuan dan apakah hasil yang diharapkan.
• Perlu mengambil kira emosi dan perasaan orang lain serta diri sendiri sewaktu berfikir.
• Kita perlu memikirkan alternatif lain sebelum kita membuat keputusan yang lebih baik.Setiap idea perlu dilihat secara global supaya perincian kita tidak lari atau melenceng dari skop atau landasan yang sebenar. Setiap pemikiran haruslah di akhiri dengan tindakan yang seharusnya mendatangkan kesan yang baik pada orang lain.
TEORI KEMAHIRAN BERFIKIR
Robert Sperry.- Teori Robert Sperry menguraikan otak manusia yang menggunakan bagian kirinya berfikir secara kritis dan bagian kanannya pula berfikir secara kreatif. Kedua-dua bagian otak ini mempunyai fungsi berfikir yang tertentu. Otak kiri mempunyai kemahiran berfikir dalam bidang berupa logik, analitis urutan atau susunan bahasa fakta, matematik dan ingatan. Manakala bagian kanan mempunyai kemahiran berfikir dalam bidang berupa kreatif, sintesis, warna, reka bentuk di samping perasaan, irama, musik dan imaginasi.
Berdasarkan uraian di atas, untuk melahirkan pelajar yang sanggup berfikir secara kritis dankreatif, kedua-dua bagian otak kanan dan kiri hendaklah dikembangkan.
TEORI KECERDASAN
Howard Gardner.- Howard berpendapat setiap orang dikaruniai potensi yang berbeda dalam fitrahnya.Menurutnya manusia mempunyai tujuh kecerdasan yaitu;
i. Kecerdasan linguistik
ii. Kecerdasan logical-matematik
iii. Kecerdasan visual-Spatial
iv. Kecerdasan muzik
v. Kecerdasan tubuh kinestetik
vi. Kecerdasan interpersonal
vii. Kecerdasan intrapersonal
Dengan kecerdasan ini beliau percaya ia boleh dikembangkan dan dapat belajar di sekolah-sekolah.
TEORI EPISTIMOLOGI
Imam Al-Ghazali.- Beliau merupakan tokoh Islam. Al-Ghazali membagi Sains dan pengetahuan kepada ilmu kekal dan ilmu sementara. Ilmu kekal datangnya dari Tuhan semata-mata. Ilmu sementara pula berupa ilmu binaan manusia samata hasil kajian atau teori atau hasil pengalaman langsung. Ilmu ciptaan manusia tergolong dalam Ilmu Aqli (akal). Ilmu Naqli atau ilmu wahyu merupakan jenis pengetahuan asas yang mesti diketahui untuk membantu pena'akulan dan mengupas kewujudan diri. Ilmu Aqli merupakan hasil pemikiran dan kajian yang sah. Beliau mendefinisikan pena'akulan sebagai kelayakan yang membolehkan seseorang individu menanggapi ilmu pengetahuan dan berfikir tentang sesuatu yang boleh difikirkan.
TEORI KONSTRUKTIVISME
Teori ini menganggap bahawa pengetahuan tidak boleh wujud di luar indra, tetapi dibina dalam indra berdasarkan pengalaman sebenarnya. Teori ini dibina berdasarkan gabungan hasil kajian ahli psikologi, ahli falsafah, dan penyelidik pendidikan terhadap proses pembelajaran individu. Mengikut Teori Konstruktivisme, ilmu pengetahuan adalah dibina melalui proses saling pengaruh di antara pembelajaran terdahulu dengan pembelajaran terbaru yang berkaitan. Di bawah proses pembelajaran pelajar membina ilmu pengetahuan dengan melibatkan dirinyasecara aktif dengan menggunakan cara membanding maklumat yang baru dengan pengalamansedia ada. Ia juga melibatkan proses metakognitif disamping proses kognitif, di mana iamelibatkan operasi mengarah dan mengawal proses kognitif tersebut.
ALAT BERFIKIR
Penguasaan murid terutama dalam kemahiran berfikir menjadi lebih berkesan melalui penggunaan alat berfikir yang sesuai semasa proses pengajaran dan pembelajaran berjalan.Contoh alat berfikir yang biasa digunakan ialah pengurusan grafik, peta indra dan alat. Ia dapat membantu murid bagi mengimbas kembali maklumat berkaitan yang boleh digunakanuntuk membantu mengabungkan maklumat-maklumat baru.
JENIS-JENIS PEMIKIRAN
• Pemikiran Konvergen
- Mengikut Guilfort 1976, pemikiran konvergen ialah salah satu jenis daya berfikir. Beliau melihat pemikiran konvergen sebagai daya berfikir yang membolehkan seseorangmenggunakan pengetahuan sedia ada dengan integrasi logik dan susunan demimenghasilkan idea atau jawapan yang lazim. Penyelesaian masalah juga dilakukan berdasarkan pengetahuan, pengalaman, peraturan prinsip, teori, hukum atau rumus yangsedia ada. Pemikiran konvergen tertumpu ke arah mencari satu jawapan atau satu caratertentu dikenali sebagai pemikiran tertumpu atau pemikiran berpandu. Ia juga disebut pemikiran penaakulan atau pemikiran kritis. Proses pemikiran yang terlibat dalammenjawab soalan ini ialah menenangkan, menyatakan, membanding dan membedakan.Pemikiran Konvergen berdasarkan pengetahuan / pengalaman sudah ada.
• Pemikiran Divergen.- Dikenali sebagai pemikiran bercapah dan memerlukan seseorang itu berfikir secarakreatif tentang sesuatu maklumat. Ia merujuk kepada berfikir dalam penyelesaian sesuatumasalah dari berbagai-bagai sudut. Menurut Davidoff (1976), pemikiran divergenmemerlukan jawapan yang banyak dan pelbagai. Idea yang terhasil juga asli dan bernilai.Individu yang berfikiran divergen diangap individu yang kreatif. Ia juga dikenali sebagai pemikiran mendaar atau lateral dan mempunyai unsure intuisi dan celik akal supayamasalah terbuka dapat diselesaikan dengan pelbagai cara yang unik dan luar biasa.
• Pemikiran Reflektif - Menurut Birchall (1992) pemikiran reflektif memerlukan penggunaan pengalaman- pengalaman sedia ada untuk menimbang kemungkinan-kemungkinan tindakan alternatif yang boleh jaya untuk mencapai objektif penyelesaian masalah serta menetapkankeputusan bagi tindakan seterusnya.Wilson J & Wing Jan L (1993) berpendapat pemikiran reflektif adalah berhubung rapatdengan aspek-aspek pemikiran yang lain.
• PemikiranKritis dan Kreatif Renungan kembali Refleksi Pemikiran Meta kognitif Perkaitan dengan pengalaman-pengalaman yang sudah ada
Kemahiran berfikir adalah kecekapan menggunakan akal menjalankan proses pemikiran.Seseorang yang memperolehi kemahiran berfikir sanggup dan cekap dalam menyusun maklumat,konsep atau idea secara yang teratur dan membuat kesimpulan atau keputusan yang tepat untuk tindakan yang terarah dan sewajarnya.
KONSEP BERFIKIR
• Edward de Bono
( 1976 )- Kemahiran berfikir ini membolehkan manusia melihat berbagai perspektif untuk menyelesaikan masalah dalam sesuatu situasi tertentu.
• Dewey
( 1910 ) menegaskan :- Pemikiran yang dihasilkan adalah kerana terdapat situasi keraguan atau masalah tertimbul. Pemikiran merupakan aktiviti psikologikal dalam sesuatu proses yang dialami untuk digunakan menyelesaikan masalah dalam situasi yang dihadapi.
• Menurut pandangan Islam, berfikir ialah fungsi akal yang memerhatikan tenaga supaya otak manusia dapat bekerja dan beroperasi. Tenaga ini diperolehi melalui tafakur. Berdasarkan pandangan dan definisi yang dihuraikan Konsep Pemikiran boleh dirumuskan sebagai :“ Pemikiran ialah satu proses yang menggunakan indra untuk mencari makna dan penyelesaian terhadap sesuatu keraguan atau masalah yang timbul dengan menggunakan berbagai cara yaitu membuat pertimbangan dan keputusan serta refleksi yang logikal dan munasabah terhadap proses yang dialami.
PROSES BERFIKIR
· Berfikir melibatkan pengendalian operasi mental tertentu dalam indra seseorang. Operasiterbahagi kepada 2 jenis yaitu:
i. Operasi Kognitif - adalah kemahiran berfikir yang sering kita gunakan setiap hari, seperti membanding, membuat urutan dan lain-lain.
ii. Operasi Meta kognitif - merupakan operasi yang mengarah dan mengawal kemahiran dalam proses kognitif yaitu memandu dan membimbing segala aktiviti pemikiran manusia di antara komponen-komponen berfikir.
PRINSIP KEMAHIRAN BERFIKIR
• Sentiasa bersikap kostektif yaitu mempunyai sikap positif bagi semua jenis kemahiran berfikir dan elakkan dari bersikap negatif.
• Berfikir secara perlahan-lahan dan sentiasa berfikir secara mudah.
• Melupakan rasa ego, kita perlu mengikis perasaan ego kita jika inginkan setiapkemahiran berfikir yang digunakan itu dapat manafaatnya.
• Sentiasa menukar arah otak kita berfikir yaitu, bila kita perlukan berfikir secara logik, kreatif dan lateral. Kita juga perlu menggunakan berbagai kemahiran berfikir untuk menyelesaikan masalah dan membuat keputusan.
• Tentukan tujuan kita berfikir dan sering bertanya kepada diri sendiri tujuan dan apakah hasil yang diharapkan.
• Perlu mengambil kira emosi dan perasaan orang lain serta diri sendiri sewaktu berfikir.
• Kita perlu memikirkan alternatif lain sebelum kita membuat keputusan yang lebih baik.Setiap idea perlu dilihat secara global supaya perincian kita tidak lari atau melenceng dari skop atau landasan yang sebenar. Setiap pemikiran haruslah di akhiri dengan tindakan yang seharusnya mendatangkan kesan yang baik pada orang lain.
TEORI KEMAHIRAN BERFIKIR
Robert Sperry.- Teori Robert Sperry menguraikan otak manusia yang menggunakan bagian kirinya berfikir secara kritis dan bagian kanannya pula berfikir secara kreatif. Kedua-dua bagian otak ini mempunyai fungsi berfikir yang tertentu. Otak kiri mempunyai kemahiran berfikir dalam bidang berupa logik, analitis urutan atau susunan bahasa fakta, matematik dan ingatan. Manakala bagian kanan mempunyai kemahiran berfikir dalam bidang berupa kreatif, sintesis, warna, reka bentuk di samping perasaan, irama, musik dan imaginasi.
Berdasarkan uraian di atas, untuk melahirkan pelajar yang sanggup berfikir secara kritis dankreatif, kedua-dua bagian otak kanan dan kiri hendaklah dikembangkan.
TEORI KECERDASAN
Howard Gardner.- Howard berpendapat setiap orang dikaruniai potensi yang berbeda dalam fitrahnya.Menurutnya manusia mempunyai tujuh kecerdasan yaitu;
i. Kecerdasan linguistik
ii. Kecerdasan logical-matematik
iii. Kecerdasan visual-Spatial
iv. Kecerdasan muzik
v. Kecerdasan tubuh kinestetik
vi. Kecerdasan interpersonal
vii. Kecerdasan intrapersonal
Dengan kecerdasan ini beliau percaya ia boleh dikembangkan dan dapat belajar di sekolah-sekolah.
TEORI EPISTIMOLOGI
Imam Al-Ghazali.- Beliau merupakan tokoh Islam. Al-Ghazali membagi Sains dan pengetahuan kepada ilmu kekal dan ilmu sementara. Ilmu kekal datangnya dari Tuhan semata-mata. Ilmu sementara pula berupa ilmu binaan manusia samata hasil kajian atau teori atau hasil pengalaman langsung. Ilmu ciptaan manusia tergolong dalam Ilmu Aqli (akal). Ilmu Naqli atau ilmu wahyu merupakan jenis pengetahuan asas yang mesti diketahui untuk membantu pena'akulan dan mengupas kewujudan diri. Ilmu Aqli merupakan hasil pemikiran dan kajian yang sah. Beliau mendefinisikan pena'akulan sebagai kelayakan yang membolehkan seseorang individu menanggapi ilmu pengetahuan dan berfikir tentang sesuatu yang boleh difikirkan.
TEORI KONSTRUKTIVISME
Teori ini menganggap bahawa pengetahuan tidak boleh wujud di luar indra, tetapi dibina dalam indra berdasarkan pengalaman sebenarnya. Teori ini dibina berdasarkan gabungan hasil kajian ahli psikologi, ahli falsafah, dan penyelidik pendidikan terhadap proses pembelajaran individu. Mengikut Teori Konstruktivisme, ilmu pengetahuan adalah dibina melalui proses saling pengaruh di antara pembelajaran terdahulu dengan pembelajaran terbaru yang berkaitan. Di bawah proses pembelajaran pelajar membina ilmu pengetahuan dengan melibatkan dirinyasecara aktif dengan menggunakan cara membanding maklumat yang baru dengan pengalamansedia ada. Ia juga melibatkan proses metakognitif disamping proses kognitif, di mana iamelibatkan operasi mengarah dan mengawal proses kognitif tersebut.
ALAT BERFIKIR
Penguasaan murid terutama dalam kemahiran berfikir menjadi lebih berkesan melalui penggunaan alat berfikir yang sesuai semasa proses pengajaran dan pembelajaran berjalan.Contoh alat berfikir yang biasa digunakan ialah pengurusan grafik, peta indra dan alat. Ia dapat membantu murid bagi mengimbas kembali maklumat berkaitan yang boleh digunakanuntuk membantu mengabungkan maklumat-maklumat baru.
JENIS-JENIS PEMIKIRAN
• Pemikiran Konvergen
- Mengikut Guilfort 1976, pemikiran konvergen ialah salah satu jenis daya berfikir. Beliau melihat pemikiran konvergen sebagai daya berfikir yang membolehkan seseorangmenggunakan pengetahuan sedia ada dengan integrasi logik dan susunan demimenghasilkan idea atau jawapan yang lazim. Penyelesaian masalah juga dilakukan berdasarkan pengetahuan, pengalaman, peraturan prinsip, teori, hukum atau rumus yangsedia ada. Pemikiran konvergen tertumpu ke arah mencari satu jawapan atau satu caratertentu dikenali sebagai pemikiran tertumpu atau pemikiran berpandu. Ia juga disebut pemikiran penaakulan atau pemikiran kritis. Proses pemikiran yang terlibat dalammenjawab soalan ini ialah menenangkan, menyatakan, membanding dan membedakan.Pemikiran Konvergen berdasarkan pengetahuan / pengalaman sudah ada.
• Pemikiran Divergen.- Dikenali sebagai pemikiran bercapah dan memerlukan seseorang itu berfikir secarakreatif tentang sesuatu maklumat. Ia merujuk kepada berfikir dalam penyelesaian sesuatumasalah dari berbagai-bagai sudut. Menurut Davidoff (1976), pemikiran divergenmemerlukan jawapan yang banyak dan pelbagai. Idea yang terhasil juga asli dan bernilai.Individu yang berfikiran divergen diangap individu yang kreatif. Ia juga dikenali sebagai pemikiran mendaar atau lateral dan mempunyai unsure intuisi dan celik akal supayamasalah terbuka dapat diselesaikan dengan pelbagai cara yang unik dan luar biasa.
• Pemikiran Reflektif - Menurut Birchall (1992) pemikiran reflektif memerlukan penggunaan pengalaman- pengalaman sedia ada untuk menimbang kemungkinan-kemungkinan tindakan alternatif yang boleh jaya untuk mencapai objektif penyelesaian masalah serta menetapkankeputusan bagi tindakan seterusnya.Wilson J & Wing Jan L (1993) berpendapat pemikiran reflektif adalah berhubung rapatdengan aspek-aspek pemikiran yang lain.
• PemikiranKritis dan Kreatif Renungan kembali Refleksi Pemikiran Meta kognitif Perkaitan dengan pengalaman-pengalaman yang sudah ada
Hubungan Antara SQ, EQ dan IQ
Menurut Stephen R. Covey, IQ adalah kecerdasan manusia yang berhubungan dengan mentalitas, yaitu kecerdasan untuk menganalisis, berfikir, menentukan kausalitas, berfikir abstak, bahasa, visualisasi, dan memahami sesuatu. IQ adalah alat kita untuk melakukan sesuatu letaklnya di otak bagian korteks manusia. Kemampuan ini pada awalnya dipandang sebagai penentu keberhasilan sesorang. Namun pada perkembangan terakhir IQ tidak lagi digunakan sebagai acuan paling mendasar dalam menentukan keberhasilan manusia. Karena membuat sempit paradigma tentang keberhasilan, dan juga pemusatan pada konsep ini sebagai satu satunya penentu keberhasilan individu dirasa kurang memuaskan karena banyak kegagalan yang dialami oleh individu yang ber IQ tinggi (dalam Sukidi).
Ketidak puasan terhadap konsepsi IQ sebagai konsep pusat dari kecerdasan seseorang telah melahirkan konsepsi yang memerlukan riset yang panjang serta mendalam. Daniel Golman mengeluarkan konsepsi EQ sebagai jawaban atas ketidak puasan manusia jika dirinya hanya dipandang dalam struktur mentalitas saja. Konsep EQ memberikan ruang terhadap dimensi lain dalam diri manusia yang unik yaitu emosional. Disamping itu Golman mempopulerkan pendapat para pakar teori kecerdasan bahwa ada aspek lain dalam diri manusia yang berinteraksi secara aktif dengan aspek kecerdasan IQ dalam menentukan efektivitas penggunaan kecerdasan yang konvensional tersebut (dalam Danah Zohar dan Ian Marshal)
Komponen utama dari kecerdasan sosial ini adalah kesadaran diri, motivasi pribadi, pengaturan diri, empati dan keahlian sosial. letak dari kecerdasan emosional ini adalah pada sistem limbik. EQ lebih pada rasa, Jika kita tidak mampu mengelola aspek rasa kita dengan baik, maka kita tidak akan mampu untuk menggunakan aspek kecerdasan konvensional kita (IQ) secara efektif, karena IQ menentukan sukses hanya 20% dan EQ 80%.
Kecerdasan spiritual mampu mengoptimalkan kerja kecerdasan yang lain. Individu yang mempunyai kebermaknaan (SQ) yang tinggi, mampu menyandarkan jiwa sepenuhnya berdasarkan makna yang ia peroleh, dari sana ketenangan hati akan muncul. Jika hati telah tenang (EQ) akan memberi sinyal untuk menurunkan kerja simpatis menjadi para simpatis. Bila ia telah tenang karena aliran darah telah teratur maka individu akan dapat berfikir secara optimal (IQ), sehingga ia lebih tepat dalam mengambil keputusan. Manajemen diri untuk mengolah hati dan potensi kamanusiaan tidak cukup hanya denga IQ dan EQ, kecerdasan spiritual adalah kecerdasan yang sangat berperan dalam diri manusia sebagai pembimbing kecerdasan lain. Kini tidak cukup orang dapat sukses berkarya hanya dengan kecerdasan rasional (yang bekerja dengan rumus dan logika kerja), melainkan orang perlu kecerdasan emosional agar merasa gembira, dapat bekerjasama dengan orang lain, punya motivasi kerja, bertanggung jawab dan life skill lainnya. Perlunya mengembangkan kecerdasan spiritual agar ia merasa bermakna, berbakti dan mengabdi secara tulus, luhur dan tanpa pamrih yang menjajahnya. Karena itu sesuai dengan pendapat Covey diatas bahwa “SQ merupakan kunci utama kesadaran dan dapat membimbing kecerdasan lainnya”.
Ketidak puasan terhadap konsepsi IQ sebagai konsep pusat dari kecerdasan seseorang telah melahirkan konsepsi yang memerlukan riset yang panjang serta mendalam. Daniel Golman mengeluarkan konsepsi EQ sebagai jawaban atas ketidak puasan manusia jika dirinya hanya dipandang dalam struktur mentalitas saja. Konsep EQ memberikan ruang terhadap dimensi lain dalam diri manusia yang unik yaitu emosional. Disamping itu Golman mempopulerkan pendapat para pakar teori kecerdasan bahwa ada aspek lain dalam diri manusia yang berinteraksi secara aktif dengan aspek kecerdasan IQ dalam menentukan efektivitas penggunaan kecerdasan yang konvensional tersebut (dalam Danah Zohar dan Ian Marshal)
Komponen utama dari kecerdasan sosial ini adalah kesadaran diri, motivasi pribadi, pengaturan diri, empati dan keahlian sosial. letak dari kecerdasan emosional ini adalah pada sistem limbik. EQ lebih pada rasa, Jika kita tidak mampu mengelola aspek rasa kita dengan baik, maka kita tidak akan mampu untuk menggunakan aspek kecerdasan konvensional kita (IQ) secara efektif, karena IQ menentukan sukses hanya 20% dan EQ 80%.
Kecerdasan spiritual mampu mengoptimalkan kerja kecerdasan yang lain. Individu yang mempunyai kebermaknaan (SQ) yang tinggi, mampu menyandarkan jiwa sepenuhnya berdasarkan makna yang ia peroleh, dari sana ketenangan hati akan muncul. Jika hati telah tenang (EQ) akan memberi sinyal untuk menurunkan kerja simpatis menjadi para simpatis. Bila ia telah tenang karena aliran darah telah teratur maka individu akan dapat berfikir secara optimal (IQ), sehingga ia lebih tepat dalam mengambil keputusan. Manajemen diri untuk mengolah hati dan potensi kamanusiaan tidak cukup hanya denga IQ dan EQ, kecerdasan spiritual adalah kecerdasan yang sangat berperan dalam diri manusia sebagai pembimbing kecerdasan lain. Kini tidak cukup orang dapat sukses berkarya hanya dengan kecerdasan rasional (yang bekerja dengan rumus dan logika kerja), melainkan orang perlu kecerdasan emosional agar merasa gembira, dapat bekerjasama dengan orang lain, punya motivasi kerja, bertanggung jawab dan life skill lainnya. Perlunya mengembangkan kecerdasan spiritual agar ia merasa bermakna, berbakti dan mengabdi secara tulus, luhur dan tanpa pamrih yang menjajahnya. Karena itu sesuai dengan pendapat Covey diatas bahwa “SQ merupakan kunci utama kesadaran dan dapat membimbing kecerdasan lainnya”.
Langganan:
Postingan (Atom)
